Go-blog Story

January 20, 2018

Aroma Sebuah Kesederhanaan
12:59 AM 49 Comments


Lama juga tak bersua dengan dunia blog. Sudah terhitung 4 tahun sejak aku meninggalkan tulisan-tulisan disini. Dan sekarang aku mulai belajar lagi untuk mengoordinasikan otak, jari dan mata untuk memulai gagasan baru disini.

What should I talk about now? Tentu saja mengenai kesederhanaan dalam kehidupan. Hidup sederhana yaitu bagaimana cara kita mensyukuri hidup ini dalam kondisi tak menentu baik diatas ataupun dibawah. 

Ada yang pernah tahu sosok Jose 'Pepe' Mujica? Beliau merupakan mantan presiden Uruguay dengan julukan Presiden Termiskin Di Dunia. Sebagai salah satu kepala pemerintahan mungkin namanya memang tidak setenar Barack Obama. Namun berkat kesederhaannya itulah yang membuat beberapa orang tertarik untuk menelisiknya. Beliau setia dengan mobil Volkswagen Beetle 1987 yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil buatan eropa lainnya. Mengapa beliau mau menggunakan mobil yang sudah tua padahal di kebanyakan negara lain para presiden berlomba-lomba untuk menggunakan mobil canggih yang dilengkapi dengan anti peluru dan anti bom?

Kesederhanaanya berbanding terbalik dengan tingkah laku pejabat DPRD DKI Jakarta yang menarik perhatian media dengan membawa mobil mewah Lamborghini pada waktu pelantikan beberapa bulan yang lalu. Beberapa mobil mewah yang terparkir itu seakan-akan menunjukkan bahwa 'Inilah Enaknya Jadi Pejabat'. Disparitas antara si kaya dan si miskin akan semakin terlihat jelas. Mobil Lamborghini yang berharga lebih dari 4 M tentu hanya menjadi khayalan tingkat tinggi bagi warga biasa dengan penghasilan kurang ataupun setara UMR.


***

Suka miris lihat gemerlap kehidupan zaman sekarang. Banyak dari mereka yang merasa bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa uang. That's bullshit memang kalau misalnya kita bilang nggak butuh uang. Tapi masalahnya adalah mereka menganggap bahwa uang adalah segalanya. Bapak aku cuma kerja jadi guru. Ibu juga cuma ibu rumah tangga. Sedangkan mereka masih bertanggungjawab atas dua anaknya yang belum rampung sekolah. Bisa kan membayangkan betapa sedikitnya penghasilan keluargaku? Oh no. Aku tidak pernah menganggap itu sedikit. Aku menganggap bahwa itu cukup. Aku merasa beruntung hidup di keluarga kecilku ini karena mereka selalu bersyukur atas apa yang sudah digariskan Allah. Inilah yang mau tak mau membuat keluargaku hidup dalam kesederhanaan.


Kalian bisa lihat lah dari baju, tas, dan sepatu aku yang nggak ganti-ganti. Laptop dan handphone juga aku rawat dengan penuh perasaan. Kenapa? Supaya itu barang awet bisa sampai kira-kira 5-10 tahun.  

Alhamdulillah dibesarkan di keluarga yang sangat menghargai uang. Kalau bisa hidup dengan yang murah kenapa harus cari yang mahal?


Sedikit cerita tentang kehidupanku nih. Aku kuliah di Surabaya. Tiap harinya tinggal di kos yang bisa dibilang sangat apa adanya. I've lived there since 2013. Sudah gitu pernah dilanda banjir yang masuk ke dalam kos pula. Kalau udah banjir gitu suka sedih gimana cara bersihinnya. Bahkan temen kos aku ada yang buku kuliahnya kecelup air dan tulisannya pun jadi luntur. Padahal minggu depan ada ujian semester. Kalian tahu kenapa aku membetahkan diri disana? Alasan utamanya adalah karena harganya sudah cukup murah dibandingkan yang lainnya. Hidup ini harus irit dan serba dicukup-cukupkan. Kalau kita mengikuti apa yang diri kita mau ya tentu saja tidak akan ada habisnya. Toh kalau banjir juga datangnya ya sekali dalam setahun. Hehe.

Tapi


Pernah ada yang nyeletuk nanya kenapa sering makan enak dan terkesan menghambur-hamburkan uang. Orang taunya aku sering nongkrong makan di Holycow Steakhouse, Hanamasa, Restoran Sederhana, Sushi Tei, Sky Dining dan masih banyak lagi. Mereka taunya aku makan dengan makanan semahal itu tanpa tahu sebenarnya sekeras apa aku bekerja untuk lantas menyisihkan sebagian uangnya. Mereka mana mau tahu kalau itu semua bisa aku nikmati karena hasil kerja keras jadi pengajar di sana sini yang mengharuskan untuk dilakukan part time antara kerja sama kuliah. Bahkan beberapa tempat hanya aku coba sekali karena menurut aku tingkat mahalnya sudah luar biasa. Mahalnya sudah diatas harga untuk mahasiswa. Jangan berpikir bahwa aku ingin menyombongkan diri bisa makan disana. Aku pun pernah makan di pinggir jalan tanpa memikirkan seberapa prestige-nya tempat itu. 


Kemudian


Ada juga yang pernah komentar bilang kenapa harus lanjut sekolah. Mbok ya hidup sesederhana mungkin. Cukup lulus sarjana terus langsung cari kerja.  


Honey, I am 23 still young and free. There are so many things I would do and achieve.

Salah satu alasan lanjut kuliah adalah aku ingin jadi dosen. Entah esoknya beneran jadi atau nggak. Dosen merupakan pekerjaan paling mulia yang pernah aku cita-citakan. Bukan berarti pekerjaan lainnya nggak mulia ya. I don't mean like that. Suka aja berbagi ilmu untuk orang lain. Kadang suka heran sama diri sendiri kenapa masih sanggup untuk kuliah lagi. Padahal struggle buat dapetin bachelor degree yang kemarin aja udah luar biasa diuji mentalnya.

Kenapa nggak kerja aja?

Ini lagi kerja kok. Untuk memperingan beban keuangan makanya aku kuliah sambil kerja. Aku masuk dari satu rumah ke rumah lain buat belajarin anak orang. Yah hasilnya lumayan bisa buat bayar kos, makan, dan belanja kebutuhan bulanan. 

Setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan yang tidak terbatas. Naluri ini dimiliki oleh siapapun itu. Namun keinginan tersebut haruslah sesuai dengan keadaan finansial yang dimiliki. Kita harus pandai memilah-milah antara kebutuhan dan keinginan. Tak perlu hidup mewah hanya karena ingin dipuji orang. Sederhanakan cara berpikir kita bahwa kebahagian tidak hanya didapatkan dari kemewahan. 

Salah satu nilai yang diajarkan dalam keluargaku adalah meskipun kamu hidup dalam penuh kesederhanaan, janganlah pelit untuk diri sendiri maupun orang lain. Kamu harus mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memang benar-benar kamu butuhkan. Sedangkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sebaiknya dihindari. Makin tua harus bisa lebih mawas diri antara keinginan dan kebutuhan. Ada banyak orang yang jauh lebih berada tapi sederhananya luar biasa.
Read more

December 12, 2017

Dilema Foto Dulu Sebelum Makan
5:55 PM 3 Comments

Jaman now kegiatan makan sudah ngga sesimpel dulu lagi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, terdapat kebiasaan baru yang merambah di kalangan masyarakat dunia. Apa sih yang sering dilakukan kita sebelum makan? Ya. Memotretnya sebelum menyantap makanan yang disajikan di depan kita. Selanjutnya kita akan mengunggahnya ke media sosial. It's a trending habit. Tak terkecuali diriku. Alasan sebagian orang melakukan itu mungkin karena mereka menganggap bahwa makanan memiliki nilai keindahan tersendiri. Ada pula yang beranggapan bahwa mereka ingin merekomendasikan kuliner tersebut bagi yang melihat fotonya. 

Kalau jaman dulu, hal yang dilakukan ketika kita datang ke tempat makan yaitu duduk, pesan makanan, makanan datang, makan, bayar, kemudian pulang. Hanya sesimpel itu.

Let's check deh mungkin sebagian dari kamu yang sering melakukan hal diatas pernah merasakan kejadian berikut ini. 

1. Sekali foto itu masih kurang. Jadi harus banyak kali memotret tapi ujung-ujungnya yang diupload hanya satu. 

Buat orang yang perfeksionis maka mereka beranggapan bahwa satu jepretan aja tidak cukup. Pasti ada yang kurang dari segi angle, komposisi, pencahayaan, dan sebagainya. Akhirnya kamu butuh waktu yang ngga singkat sebelum bisa mulai menyantap makanan kamu. Bagimu yang terpenting adalah hasil jepretan yang bagus kan?


2. Ngga konsen saat makan karena diselingi dengan mengedit dan mengunggahnya ke media sosial. 

Jika pacar kita merupakan tipe orang yang tidak peduli dengan kebiasaan diatas, maka mereka sudah pasti setengah jalan menikmati makanan dengan khidmat. Jelas kita akan tertinggal. Kita akan disibukkan dengan satu tangan pada sendok dan satu tangan lagi pada gadget.

"Kalau telat upload ntar jadinya lupa yang"


3. Kamu sering diomelin pacar yang udah kelaperan banget. 

Biasanya ada tipe orang yang mengunggah fotonya sambil sekalian memamerkan jika dirinya makan berdua dengan pacarnya. Tapi dibalik itu semua kita kadang ngga sadar kalau mereka udah hampir naik pitam gara-gara menunggu kita. 

"Jadi makan ngga nih?" 


4. Tak jarang makanan yang kamu makan sudah dingin atau tidak segar lagi ketika masuk ke dalam mulut kamu. 

Karena start-nya belakangan maka finish-nya belakangan juga deh. Akan tetapi biasanya makanan sudah terlanjur dingin dan kita pun ogah untuk menyentuhnya. Supaya pacar tidak marah maka kita harus berputar mencari alasan untuk tidak menghabiskannya. 

"Ngga habis yang makanannya, udah kenyang"



Pic source : Pexels

Read more

August 01, 2013

Pacaran Pas Puasa
10:44 PM 2 Comments



Saat ini pacaran udah jadi hal yang lumrah bagi setiap orang. Mulai dari anak SD yang bilang 'cinta monyet' bahkan sampai orang dewasa yang ngomong kalau ini 'cinta sejati' haha. Bahkan kini gaya pacaran pun sudah mulai bermacam-macam, mulai dari yang biasa gak pake telor sampai yang menyimpang dari seharusnya. Nah, sekarang ada nih cerita orang pacaran pas bulan ramadhan. Check this out!

Pacaran waktu sahur

Pacaran sehat nih, tipe kayak gini pacarannya selesei waktu detik-detik imsak menghampiri. Tapi sayang pacaran gini ada negatifnya looh. Kadang karena keasyikan pacaran, eh tiba-tiba nggak kerasa udah imsak. Dan sialnya terkadang membuat mereka belum makan sahur. Hahaha. Bener juga sih, kadang kita pasti lupa makan kalo pas lagi pacaran. Bilangnya sih udah kenyang, eh taunya masih laper...

Pacaran waktu ngabuburit

Pacaran kayak gini biasanya dimulai jam 4an. Nah tempatnya pun bisa beragam, ada yang di taman wisata, cafe, ataupun kandang ayam. Pacaran paling kreatif nih. Sambil nunggu buka puasa mereka bikin kesibukan gitu. Misalnya mereka bikin kesibukan ngejailin nelponin sama smsin mantan pacar, bisa juga ngejailin orang dengan ngelempar petasan.

Pacaran waktu buka puasa

Ketika adzan magrib berkumandang, mereka yang pacaran otomatis langsung meluncur ke tempat gebetan. Bawa sebakul nasi dan lauknya, semangkuk kolak dan secangkir es blewah. Pas nyampe rumah gebetan langsung deh abis tuh makanan. Sesendok-sendok sama semangkok-mangkoknya juga. Yakin deh.

Pacaran waktu tarawih

Saatnya jadi pasangan yang sholeh dan sholehah nih. Jadi mereka tarawih bareng-bareng satu masjid lho, bukan satu shaf. Nah abis gitu baru deh mulai pacarannya dengan ngaji bareng surah yasiin.

Pacaran menjelang lebaran

Tipe pacaran kayak gini biasanya punya hati yang kuat. Mereka rela nggak pacaran selama ramadhan dan bakal pacaran cuman pas menjelang lebaran. Walaupun selama ramadhan mereka pasti smsan terus telfon-telfonan sama selingkuhan. Keren lagi pacaran kayak gini. Abis buat kesalahan eh besoknya udah lebaran, pasti deh dimaafin wkwk. Walaupun kadang maafannya kayak gini, "Sayang maafin aku yaa, kemaren aku balikan sama mantan aku" Hahaha dengernya aja udah kayak digampar ketupat sama lontong.

Okay enough, bisa kok dipraktekin buat kalian-kalian yang pengin pacaran sehat pas ramadhan. Lumayan pacaran model gini ngga nambah dosa kan?

Pic source : Pexels

Read more

July 10, 2013

Gandrung Dance
10:05 AM0 Comments


The government of Banyuwangi gives special attention to the art of Gandrung. The purpose of this is to encourage the spirit of local ethnicity that will in turn increase the development of tourism. For this reason, Gandrung was determined to be the mascot of tourism in Banyuwangi according to the Banyuwangi Regency Decision, Number 173 in 2002.

The word “Gandrung” comes from the Javanese word that means “desperately in love”. It means that they are in love with the goddess of the rice paddy, Dewi Sri, that brings prosperity to the people of Banyuwangi who are mostly employed as farmers. In gratitude for the good harvest, the people organize a performance which is called “Gandrung” because the farmers were in love with the goddess of the rice paddy.

The Gandrung performance used to be performed at night, running from 9 PM until 4 AM. This traditional art is performed during the day as well to especially welcome distinguished guests. Gandrung is often perform in many event, such as : marriage, Pethik Laut (marine ceremony), circumcision event, anniversary, and the others events.

Gandrung dance that dominated with special orchestration is one of traditional art in Banyuwangi and become the characteristic symbol of Banyuwangi. So, in every event Banyuwangi always has similarity name with Gandrung. In fact, Banyuwangi is often called Gandrung City. We can found Gandrung dance statue in every corner of this city. 
Read more