Go-blog Story

May 10, 2010

Iri Sama Pocong
11:56 AM 2 Comments

Coba gengs kita main tebak-tebakan dulu. Coba hitung jumlah pocong dibawah ini. Ada berapa? Delapan bukan?


Pocong sekarang sudah jadi seleb ya. Suksesnya sekuel layar lebar Pocong 1 dan Pocong 2 mengisyaratkan bahwa dirinya telah resmi masuk jajaran selebritis papan atas. Dulu film pertamanya sempat batal beredar karena dinilai terlalu seram.

Terlalu seram?

Ini kan memang film horor. 

Beberapa tawaran untuk main film banyak berdatangan. Pocong berduet dengan hantu-hantu lainnya untuk menakut-nakuti masyarakat. Ia sekarang sedang sibuk syuting sebagai peran pembantu di film layar lebar Hantu Ambulans. Sosoknya bahkan sudah tidak canggung lagi muncul sebagai bintang iklan operator selular. 

Telah beredar video penampakan pocong di suatu sore menjelang maghrib yang bertempat di bangunan rumah setengah jadi. Video ini beredar secepat kilat dari ponsel satu ke ponsel lainnya. Pemunculannya yang cuma satu menit lalu langsung menghilang setelah mendengar teriakan "Allahuakbar" itu tertangkap kamera ponsel seorang mandor bangunan. Gambar itu pun beredar di kalangan pekerja proyek lainnya. Makin terkenal dong ya kalau banyak yang lihat cong. Video ini tidak sempat diunggah ke internet karena kalah heboh dibandingkan video mesra Dewi Persik. Tak urung itu saja sudah cukup mendongkrak popularitasnya.

Ritual lain yang belum dijalani pocong selaku seleb adalah menggelar konferensi pers, masuk infotainment, punya seorang manager, hingga membawa seorang pengacara ke jalur hukum. Menyimak perjalanan pocong yang dapat memasuki dunia entertainment membuatku sedikit merasa bangga juga.

Tapi

Rada merinding juga sebenarnya.

Sepuluh tahun lalu, (re : sebelum pocong terkenal) dirinya selalu muncul di malam hari. Waktu itu mukanya jauh lebih jelek dan menyeramkan dibandingkan yang sekarang. Bagaimana tidak takut? Tapi tidak usah ditakutkan lah ya. Dia kan sekarang sudah jadi seleb. Boleh dong kalau sekali-kali kita ketemu terus kenalan.
Read more

April 26, 2010

Langkah Semu
4:59 AM0 Comments



Kenapa ada dua jalan disini
Aku tak tahu
Kemana arah yang harus kami tuju?
Kami belum kenal daerah ini
Petunjuk pun tak kami punya
Padahal
Waktu akan gelap

Di kananku persimpangan yang begitu luas
jalannya licin dan beraspal
Di kiriku ada jalan setapak
seperti tak dijejak

Wahai gadis. Lewatlah jalanku ini
Terang, benderang, menyenangkan, 
     cahaya berkilau
Indah memukau

Meski jalan ini tak sebaik yang kau inginkan
Gelap, tak menyenangkan
Tapi, dibalik jalan ini
kau akan menemukan
sesuatu yang bermakna

Kami mulai berjalan
melangkah dengan penuh semangat
menuju impian
Terang
Menyenangkan
Ya. Sangat indah
Namun
Sekian lama kami ayun langkah
Kenapa jalan ini kian menyempit
Sepi.. Sunyi..
Walau ditengah riuh
Kemana lagi kan ku ayun
Tak ada ujung jalan ini
Semuanya meenipuku

Apa kami harus kembali?
Mengulang langkah dari awal
tapi
Perjalananku begitu jauh
Aku takut waktu tak beriku kesempatan
Aku terlalu jauh mengayun langkah
Badanku tlah berbau
Kakiku tlah injak lumpur
Rambutku dinaungi kutu-kutu
Tulang-tulangku ngilu
Sekujur tubuhku tak lagi bersih
Aku takut orang-orang disana mengejekku
Mungkinkah ada dijalan itu
Orang kumal sepertiku

Demi tekadku
Tak apa kucoba mengulang
Ya. Aku harus mengulang
Biarpun semua indah ini harus kutepis
Selamat tinggal jalanku
Indahmu tlah menipuku

[Teatrikal puisi bahasa 17 April 2010 dalam praktek ujian nasional]
Read more