Go-blog Story: daily
Showing posts with label daily. Show all posts
Showing posts with label daily. Show all posts

January 20, 2018

Aroma Sebuah Kesederhanaan
12:59 AM 16 Comments


Lama juga tak bersua dengan dunia blog. Sudah terhitung 4 tahun sejak aku meninggalkan tulisan-tulisan disini. Dan sekarang aku mulai belajar lagi untuk mengoordinasikan otak, jari dan mata untuk memulai gagasan baru disini.

What should I talk about now? Tentu saja mengenai kesederhanaan dalam kehidupan. Hidup sederhana yaitu bagaimana cara kita mensyukuri hidup ini dalam kondisi tak menentu baik diatas ataupun dibawah. 

Ada yang pernah tahu sosok Jose 'Pepe' Mujica? Beliau merupakan mantan presiden Uruguay dengan julukan Presiden Termiskin Di Dunia. Sebagai salah satu kepala pemerintahan mungkin namanya memang tidak setenar Barack Obama. Namun berkat kesederhaannya itulah yang membuat beberapa orang tertarik untuk menelisiknya. Beliau setia dengan mobil Volkswagen Beetle 1987 yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil buatan eropa lainnya. Mengapa beliau mau menggunakan mobil yang sudah tua padahal di kebanyakan negara lain para presiden berlomba-lomba untuk menggunakan mobil canggih yang dilengkapi dengan anti peluru dan anti bom?

Kesederhanaanya berbanding terbalik dengan tingkah laku pejabat DPRD DKI Jakarta yang menarik perhatian media dengan membawa mobil mewah Lamborghini pada waktu pelantikan beberapa bulan yang lalu. Beberapa mobil mewah yang terparkir itu seakan-akan menunjukkan bahwa 'Inilah Enaknya Jadi Pejabat'. Disparitas antara si kaya dan si miskin akan semakin terlihat jelas. Mobil Lamborghini yang berharga lebih dari 4 M tentu hanya menjadi khayalan tingkat tinggi bagi warga biasa dengan penghasilan kurang ataupun setara UMR.


***

Suka miris lihat gemerlap kehidupan zaman sekarang. Banyak dari mereka yang merasa bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa uang. That's bullshit memang kalau misalnya kita bilang nggak butuh uang. Tapi masalahnya adalah mereka menganggap bahwa uang adalah segalanya. Bapak aku cuma kerja jadi guru. Ibu juga cuma ibu rumah tangga. Sedangkan mereka masih bertanggungjawab atas dua anaknya yang belum rampung sekolah. Bisa kan membayangkan betapa sedikitnya penghasilan keluargaku? Oh no. Aku tidak pernah menganggap itu sedikit. Aku menganggap bahwa itu cukup. Aku merasa beruntung hidup di keluarga kecilku ini karena mereka selalu bersyukur atas apa yang sudah digariskan Allah. Inilah yang mau tak mau membuat keluargaku hidup dalam kesederhanaan.


Kalian bisa lihat lah dari baju, tas, dan sepatu aku yang nggak ganti-ganti. Laptop dan handphone juga aku rawat dengan penuh perasaan. Kenapa? Supaya itu barang awet bisa sampai kira-kira 5-10 tahun.  

Alhamdulillah dibesarkan di keluarga yang sangat menghargai uang. Kalau bisa hidup dengan yang murah kenapa harus cari yang mahal?


Sedikit cerita tentang kehidupanku nih. Aku kuliah di Surabaya. Tiap harinya tinggal di kos yang bisa dibilang sangat apa adanya. I've lived there since 2013. Sudah gitu pernah dilanda banjir yang masuk ke dalam kos pula. Kalau udah banjir gitu suka sedih gimana cara bersihinnya. Bahkan temen kos aku ada yang buku kuliahnya kecelup air dan tulisannya pun jadi luntur. Padahal minggu depan ada ujian semester. Kalian tahu kenapa aku membetahkan diri disana? Alasan utamanya adalah karena harganya sudah cukup murah dibandingkan yang lainnya. Hidup ini harus irit dan serba dicukup-cukupkan. Kalau kita mengikuti apa yang diri kita mau ya tentu saja tidak akan ada habisnya. Toh kalau banjir juga datangnya ya sekali dalam setahun. Hehe.

Tapi


Pernah ada yang nyeletuk nanya kenapa sering makan enak dan terkesan menghambur-hamburkan uang. Orang taunya aku sering nongkrong makan di Holycow Steakhouse, Hanamasa, Restoran Sederhana, Sushi Tei, Sky Dining dan masih banyak lagi. Mereka taunya aku makan dengan makanan semahal itu tanpa tahu sebenarnya sekeras apa aku bekerja untuk lantas menyisihkan sebagian uangnya. Mereka mana mau tahu kalau itu semua bisa aku nikmati karena hasil kerja keras jadi pengajar di sana sini yang mengharuskan untuk dilakukan part time antara kerja sama kuliah. Bahkan beberapa tempat hanya aku coba sekali karena menurut aku tingkat mahalnya sudah luar biasa. Mahalnya sudah diatas harga untuk mahasiswa. Jangan berpikir bahwa aku ingin menyombongkan diri bisa makan disana. Aku pun pernah makan di pinggir jalan tanpa memikirkan seberapa prestige-nya tempat itu. 


Kemudian


Ada juga yang pernah komentar bilang kenapa harus lanjut sekolah. Mbok ya hidup sesederhana mungkin. Cukup lulus sarjana terus langsung cari kerja.  


Honey, I am 23 still young and free. There are so many things I would do and achieve.

Salah satu alasan lanjut kuliah adalah aku ingin jadi dosen. Entah esoknya beneran jadi atau nggak. Dosen merupakan pekerjaan paling mulia yang pernah aku cita-citakan. Bukan berarti pekerjaan lainnya nggak mulia ya. I don't mean like that. Suka aja berbagi ilmu untuk orang lain. Kadang suka heran sama diri sendiri kenapa masih sanggup untuk kuliah lagi. Padahal struggle buat dapetin bachelor degree yang kemarin aja udah luar biasa diuji mentalnya.

Kenapa nggak kerja aja?

Ini lagi kerja kok. Untuk memperingan beban keuangan makanya aku kuliah sambil kerja. Aku masuk dari satu rumah ke rumah lain buat belajarin anak orang. Yah hasilnya lumayan bisa buat bayar kos, makan, dan belanja kebutuhan bulanan. 

Setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan yang tidak terbatas. Naluri ini dimiliki oleh siapapun itu. Namun keinginan tersebut haruslah sesuai dengan keadaan finansial yang dimiliki. Kita harus pandai memilah-milah antara kebutuhan dan keinginan. Tak perlu hidup mewah hanya karena ingin dipuji orang. Sederhanakan cara berpikir kita bahwa kebahagian tidak hanya didapatkan dari kemewahan. 

Salah satu nilai yang diajarkan dalam keluargaku adalah meskipun kamu hidup dalam penuh kesederhanaan, janganlah pelit untuk diri sendiri maupun orang lain. Kamu harus mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memang benar-benar kamu butuhkan. Sedangkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sebaiknya dihindari. Makin tua harus bisa lebih mawas diri antara keinginan dan kebutuhan. Ada banyak orang yang jauh lebih berada tapi sederhananya luar biasa.
Read more

August 01, 2013

Pacaran Pas Puasa
10:44 PM1 Comments



Saat ini pacaran udah jadi hal yang lumrah bagi setiap orang. Mulai dari anak SD yang bilang 'cinta monyet' bahkan sampai orang dewasa yang ngomong kalau ini 'cinta sejati' haha. Bahkan kini gaya pacaran pun sudah mulai bermacam-macam, mulai dari yang biasa gak pake telor sampai yang menyimpang dari seharusnya. Nah, sekarang ada nih cerita orang pacaran pas bulan ramadhan. Check this out!

Pacaran waktu sahur

Pacaran sehat nih, tipe kayak gini pacarannya selesei waktu detik-detik imsak menghampiri. Tapi sayang pacaran gini ada negatifnya looh. Kadang karena keasyikan pacaran, eh tiba-tiba nggak kerasa udah imsak. Dan sialnya terkadang membuat mereka belum makan sahur. Hahaha. Bener juga sih, kadang kita pasti lupa makan kalo pas lagi pacaran. Bilangnya sih udah kenyang, eh taunya masih laper...

Pacaran waktu ngabuburit

Pacaran kayak gini biasanya dimulai jam 4an. Nah tempatnya pun bisa beragam, ada yang di taman wisata, cafe, ataupun kandang ayam. Pacaran paling kreatif nih. Sambil nunggu buka puasa mereka bikin kesibukan gitu. Misalnya mereka bikin kesibukan ngejailin nelponin sama smsin mantan pacar, bisa juga ngejailin orang dengan ngelempar petasan.

Pacaran waktu buka puasa

Ketika adzan magrib berkumandang, mereka yang pacaran otomatis langsung meluncur ke tempat gebetan. Bawa sebakul nasi dan lauknya, semangkuk kolak dan secangkir es blewah. Pas nyampe rumah gebetan langsung deh abis tuh makanan. Sesendok-sendok sama semangkok-mangkoknya juga. Yakin deh.

Pacaran waktu tarawih

Saatnya jadi pasangan yang sholeh dan sholehah nih. Jadi mereka tarawih bareng-bareng satu masjid lho, bukan satu shaf. Nah abis gitu baru deh mulai pacarannya dengan ngaji bareng surah yasiin.

Pacaran menjelang lebaran

Tipe pacaran kayak gini biasanya punya hati yang kuat. Mereka rela nggak pacaran selama ramadhan dan bakal pacaran cuman pas menjelang lebaran. Walaupun selama ramadhan mereka pasti smsan terus telfon-telfonan sama selingkuhan. Keren lagi pacaran kayak gini. Abis buat kesalahan eh besoknya udah lebaran, pasti deh dimaafin wkwk. Walaupun kadang maafannya kayak gini, "Sayang maafin aku yaa, kemaren aku balikan sama mantan aku" Hahaha dengernya aja udah kayak digampar ketupat sama lontong.

Okay enough, bisa kok dipraktekin buat kalian-kalian yang pengin pacaran sehat pas ramadhan. Lumayan pacaran model gini ngga nambah dosa kan?

Pic source : Pexels

Read more

December 12, 2012

Cara Cepat Menghilangkan Galau
7:06 AM0 Comments



Cara ini khusus buat para cewek ya. Cewek emang selalu cemburu saat liat cowoknya jalan sama cewek lain. Cara yang paling tepat biar nggak cepet cemburu adalah anggap aja itu cewek kayak boneka kesukaanmu. Jadi setiap ngeliat cowok kalian jalan sama cewek lain, kamu tinggal bilang aja "Wow imutnya lucu banget, jadi pengen meluk" 
Dan cowokmu bakal bilang "Ya ampuuuunnn cewekku LESBI!" *jleb* 

Terkadang cowok juga sering cemburu kok saat liat orang pacaran yang lengket banget. Keep calm. Itu semua ada solusinya.

Solusi I :

Mungkin mereka yang pacarannya lengket banget itu kembar siam. Jadi positive thinking aja. INGAT! Anggap aja mereka kembar dempet, kembar siam, atau kembar apaan lah terserah kamu.

Solusi II :

Mungkin orang yang nempel terus pacarannya itu adalah orang yang abis kecemplung di stempet. Jadi udah pasti lengket banget.

This story created by Mochammad Zulkarnain
Edited by Monika R & Me
Read more
Jalan Sesama
6:49 AM0 Comments

Kalau misal lagi jam kosong di sekolah kalian sukanya ngapain sih? Pasti ada aja kan hal seru yang dilakukan. Temen aku nih misalnya. Dia anaknya super kocak. Tiap ngga ada guru anaknya selalu aja bikin cerita-cerita konyol yang super ngehibur. Ceritanya udah pasti bikin kita cekikikan sendiri. Nanti aku kasih liat salah satu ceritanya ya. 


Sebut saja dia bernama Ain. Dan cerita yang dia bikin itu berbentuk seperti ini :


Biar lebih jelas, jadi gini ceritanya .....

Tadi malem abis kumpul bareng temen-temen autis langsung diajak ke kuburan. Ngga tahu kenapa aku bisa temenan sama mereka. Sebenernya ngga ke kuburan kok tapi ke mall. Meskipun anak autis tapi kita tetep gaul. Padahal aku juga ngga ngerti apa bedanya mall sama kuburan. Waktu di mall "Wah.. mungkin aku mau dibelikan baju baru" *muka merah sambil nyamilin odol*

Eh ternyata disana malah disuruh dorong gerobak belanja (perasaan namanya keranjang belanja). Tapi ngga apa-apa semua itu ada hikmahnya.

Waktu itu rame banget di mall. Tahu kenapa? Karena di dalam ada demo mahasiswa loh. Aku juga bingung ini kenapa rame banget *mikir* "Ini rame orang belanja apa orang mau utang?"

Tapi ngga mungkin ada acara mau utang-utangan. Disana kan banyak para orang utan eh orang tua gandengin anaknya. Mungkin orang itu mau jual anaknya ke kasir demi satu botol superpel. Duh pikiran yang nyaris aja terjadi.

Karena butuh rinso buat makan akhirnya kita masuk ke daerah rinso-rinsoan. Ternyata disitu ada anak bayi ngeliatin rinso sambil ngiler-ngiler. Mungkin kalau dia bisa jalan dia akan ngambil itu rinso terus langsung dimakan sambil bilang "Waaah sensasinya topcer!" kemudian langsung muncul busa dari matanya. Hahaha. Kalau ibunya liahat anaknya, dia akan lari dan berkata "Kenapa harus anakku.... Kenapa nggak suamiku sajaaaa?" 

Kebetulan suaminya ada disampingnya dan pasti pulang-pulang langsung ngurus surat cerai. Isi suratnya untuk menceraikan anaknya bukan malah istrinya.


This story created by Mochammad Zulkarnain
Edited by Monika R & Me
Pic source by Pexels and self documentation
Read more

December 11, 2012

Dibalik Soal
2:51 PM0 Comments



Hai semuanya.

Sebenarnya ini cuma kegilaan temen sekelasku aja. Ceritanya dia lagi males habis lihat ulangan fisika yang Insya Allah diyakini kalau nilainya dibawah standar seperti 30, 40, 50, yah segitulah. Dan itu pasti. Lihat deh ceritanya. Dia itu temenku yang paling idiot. Tapi dia juga kok yang sering jadi laku-laki penghibur di kelas.

Hari ini tanggal 31 Februari 2012, suasana kelasku kayak biasanya. Bisa dibilang suasananya semacam rumah sakit jiwa. Jam 07.00 ibu guru fisika masuk kelas dengan gaya 70an. Jalannya pelan banget. Dan ibu itupun masuk sambil ngasih lembaran. Ekspresi awal dari temen-temen udah pasti bahagia kayak habis disunat. Ada juga yang mukanya kayak kerongkongan kering. Akhirnya si ibu bilang "Absen 1-15 masuk kelas, sisanya keluar kalau ngga pindah sekolah"

Loh?

Setelah itu teman-teman yang memiliki absen 1-15 tersenyum menanti soal yang dibagikan. Aku yang berada diluar iri sekali melihat mereka yang ada di dalam. Kelihatannya tidak ada raut muka susah dari taman-teman. Semuanya bahagia. Mungkin teman-teman udah insyaf dari bermaksiat. Pikirku.

Setelah itu mereka mulai baca soal. Seketika aku lihat kelas jadi mendung. Gelap gulita. Dan muka mereka pun berubah menjadi menderita. Ah mungkin di dalam kelas mau hujan. Aku siapin terpal ajalah buat teman-teman. Dasar pemikiran yang ngga pakai otak. Tapi itulah aku... Ain. Hanya sekolah tanpa membawa otak.

Aku yakin kalau teman-teman tetap semangat. Aku dan teman-teman lain yang memiliki absen 16-30 mulai istigosah mendoakan teman-teman kita di dalam. Kita juga rukyah bareng loh.

Setelah doa bersama, aku mengintip ke dalam kelas. Ternyata doaku dikabulkan. Teman-teman keliahatan banget kalau dimudahkan saat mengerjakan soal. Sampai-sampai ada yang mengerjakan sambil tidur. Nggak ngerti juga itu tidur apa sudah mati. Ada juga yang mengerjakan sambil geleng-geleng kepala. Mungkin anak itu mengerjakan soal sambil berdzikir. Ada juga loh yang mengerjakan sambil nyilet-nyilet tangannya sendiri. Kelihatan banget kan kalau anak itu psikopat. Di sisi lain ibu guru fisika jaganya santai banget sambil ngelihat bawah kursi. Memangnya muridnya ngerjain soal sambil ngesot-ngesot apa? Kalau ngga gitu pasti ya marah-marah sambil bilang "Kerjakan sendiri ya. Jangan nyontek." Padahal percuma kan ibu itu bilang gitu. Lha wong temenku itu tuli semua.

This story created by Mochammad Zulkarnain
Edited by Monika R & Me
Pic source by Pexels
Read more

October 22, 2011

Hari Yang Cerah untuk Jiwa Yang Sumuk
9:06 PM1 Comments

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 22 Oktober 2011 disambut ribuan warga Banyuwangi dengan antusias. Warga memadati jalan sepanjang 3 kilometer, mulai Jalan Veteran hingga Jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan 420 peserta BEC yang tampil dalam berbagai kostum.

Dan tepat pada hari ini juga Pak Ben - sang Guru Seni Budaya sekolahku memberi tugas dadakan untuk memotret dan membukukan ajang carnival yang pertama ini. Walaupun sedikit kesel buat nerima tugas ini, udah lah lakuin aja dengan senang hati, toh Pak Ben orangnya juga baik. Yakan?

Nah, disini aku pengen cerita, dan kali ini ingin kukatakan dengan indah. Entah ini hanya perasaanku ataukah perasaan semua orang, akhir-akhir ini kok aku ngerasain panasnya dunia ini diatas normal. Terutama pagi hari sampai siang hari sekitar pukul dua. Pastinya panas ini asalnya adalah reaksi di inti matahari yang terdalam. Saking panasnya, orang-orang lebih memilih untuk berteduh di dalam ruangan ber-AC atau yang lainnya. Sehingga membuat kota ini terkesan seperti kota mati. Tapi tidak untuk hari ini, sedari pukul sebelas siang Banyuwangi bak lautan yang berisi ikan kecil ataupun besar yang berebut makanan dari sang induk. Para manusia-manusia tampak keleleran di tengah dan di pinggir jalan. Begitupun penjual es : es dawet, es degan, es buah, es keledai *eh? kedelai deng, bakso, pentil (sebutan pentol kecil), pangsit, mie ayam, batagor, cilot, man balon, terompet, kicir-kicir, dekaka. Siang itu aku dan teman-teman berada di depan Roxy Banyuwangi berpartisipasi untuk memadati kota kecilku ini. Panas. Ingin rasanya aku lari ke KFC beli Pepsi Cola. Pasti seger rasanya. Namun hal itu tak mungkin terwujud. Mustahil menembus ribuan orang yang berdesakan hanya untuk membeli Pepsi Cola. Dikiranya copet malah ntar. Tapi semuanya sedikit terobati dengan dia yang mau berdiri di belakangku setidaknya untuk menutupiku dari matahari. Timikiciuww (ost : Westlife - My Love). Kalau gini terus gapapa deh aku rela asal ada kamu.


Di jam satu siang carnival ini masih belum lewat sama sekali, hanya ada polisi yang sedari tadi memarahi tiap orang untuk mundur dan tidak menutupi jalan. Mungkin para peserta BEC masih beraksi di Blambangan. Tak lama kemudian, barisan JFC jalan melenggang bak raja dan ratu di depanku. Setelah pukul dua siang, hawa panas masih terasa. Walaupun matahari sudah di balik awan. Mungkin nanti bisa lebih sejuk. Hawa panas seperti ini tidak akan berlangsung terus menerus, karena saya percaya tak ada yang abadi.


Benar. Tak lama kemudian langit menurunkan hujan, hujannya lebat. Ada apa denganmu? Habis panas kaya gini langsung turun hujan lebat, apakah mungkin dunia sedang dilanda dilema besar? Tak kusangka hujan akan turun saat peserta BEC yang melenggang berjalan bak model itu. Raup sudah yang namanya uang berjuta-juta itu untuk carnival go internasional ini. Ada apa ini? Apa tukang sarang ujannya kurang pas baca mantranya? Mungkin si penyarang ujannya belum puasa 40 hari 40 malam kali ya. Teman-teman pun bingung dengan adanya hujan, aku sih yaa seneng aja, dikasih ujan kok nggak bersyukur. Aku selalu bahagia saat hujan turun ....... (ost : Utopia - Hujan ). Hujan kaya gini bisa saja menghapus jejakmu. Dan lihat langkahku yang baru saja terbentuk di tanah yang basah ini. Ayo kesana! | Nggak mau aku masih pengen liat | Ayo buruan ntar sakit! | Nggak mau sana aja kamu yang kesana. Aku sadar sebenarnya dia perhatian sama aku biar aku nggak sakit ntar. Tapi aku tau kok kalo kamu takut kameramu kena air yakan?

Ternyata si hujan turun makin deres aja. Terpaksa aku menyusulnya untuk berteduh. Kaos dan celanaku basah. Hufft, dingin yaa ternyata. Pikiran yang tadi pengen beli Pepsi Cola ganti dehh jadi pengen beli Hot Milo. Timbul sebersit pikiran untuk pulang walaupun belum semua barisan BEC yang lewat. Kira-kira tadi aku itu cuman liat seperempatnya aja dari semuanya. Ayo pulang yuk | Nggak mau aku belum liat semua | Ayo aku kedinginan. Sekarang giliran aku yang kena karma dari dia.

Siang beranjak sore. Dan sore pun beranjak petang, yang kemudian dilanjutkan oleh malam. Di malam hari pun aku tetep nggak pulang dan nunggu yang lain datang, termasuk dia. Parahnya ini kaos nggak ganti, otomatis deh kedinginannya nambah. Tapi untungnya hujan udah reda. Mungkin si tukang sarangnya udah baca mantra terobosannya. Mau ninggal dia pulang gara-gara kesel dikarmain tapi apa daya? JALANAN MACET. Sudahlah aku sadar aku yang salah kok, maafin aku yaa.

Malam hari ini tak lepas dari hawa panas. Menurut pak guru geografi, daratan itu lama untuk menerima panas tapi lama juga waktu yang dia butuhkan untuk melepaskan panas yang telah dia terima seharian.

Pak Ben sebentar lagi tugasmu selesei. Makasih udah dikasih tugas ini. Tanpa tugasmu pak, aku nggak dapet momen seindah hari ini. Aku nggak tau apa artinya perhatian, aku nggak tau artinya karma. Semoga dihari esok aku bisa belajar dari hari ini.

Walau habis terang, panas dan sumuk masih saja terasa. Tak bisakah sedikit saja lebih sejuk? Sepertinya hari ini akan saya tutup dengan hawa panas yang masih berkeliaran disekitar saya. Akan saya tutup ketika malam telah sedikit larut. Saatnya menutup semua tentang kita di hari ini. Dan tentang orang-orang yang melawan dunia, di hari ini juga.
Sungguh hari yang cerah untuk jiwa yang sumuk ...
Read more

May 10, 2010

Iri Sama Pocong
11:56 AM 2 Comments

Coba gengs kita main tebak-tebakan dulu. Coba hitung jumlah pocong dibawah ini. Ada berapa? Delapan bukan?


Pocong sekarang sudah jadi seleb ya. Suksesnya sekuel layar lebar Pocong 1 dan Pocong 2 mengisyaratkan bahwa dirinya telah resmi masuk jajaran selebritis papan atas. Dulu film pertamanya sempat batal beredar karena dinilai terlalu seram.

Terlalu seram?

Ini kan memang film horor. 

Beberapa tawaran untuk main film banyak berdatangan. Pocong berduet dengan hantu-hantu lainnya untuk menakut-nakuti masyarakat. Ia sekarang sedang sibuk syuting sebagai peran pembantu di film layar lebar Hantu Ambulans. Sosoknya bahkan sudah tidak canggung lagi muncul sebagai bintang iklan operator selular. 

Telah beredar video penampakan pocong di suatu sore menjelang maghrib yang bertempat di bangunan rumah setengah jadi. Video ini beredar secepat kilat dari ponsel satu ke ponsel lainnya. Pemunculannya yang cuma satu menit lalu langsung menghilang setelah mendengar teriakan "Allahuakbar" itu tertangkap kamera ponsel seorang mandor bangunan. Gambar itu pun beredar di kalangan pekerja proyek lainnya. Makin terkenal dong ya kalau banyak yang lihat cong. Video ini tidak sempat diunggah ke internet karena kalah heboh dibandingkan video mesra Dewi Persik. Tak urung itu saja sudah cukup mendongkrak popularitasnya.

Ritual lain yang belum dijalani pocong selaku seleb adalah menggelar konferensi pers, masuk infotainment, punya seorang manager, hingga membawa seorang pengacara ke jalur hukum. Menyimak perjalanan pocong yang dapat memasuki dunia entertainment membuatku sedikit merasa bangga juga.

Tapi

Rada merinding juga sebenarnya.

Sepuluh tahun lalu, (re : sebelum pocong terkenal) dirinya selalu muncul di malam hari. Waktu itu mukanya jauh lebih jelek dan menyeramkan dibandingkan yang sekarang. Bagaimana tidak takut? Tapi tidak usah ditakutkan lah ya. Dia kan sekarang sudah jadi seleb. Boleh dong kalau sekali-kali kita ketemu terus kenalan.
Read more

April 26, 2010

Langkah Semu
4:59 AM0 Comments



Kenapa ada dua jalan disini
Aku tak tahu
Kemana arah yang harus kami tuju?
Kami belum kenal daerah ini
Petunjuk pun tak kami punya
Padahal
Waktu akan gelap

Di kananku persimpangan yang begitu luas
jalannya licin dan beraspal
Di kiriku ada jalan setapak
seperti tak dijejak

Wahai gadis. Lewatlah jalanku ini
Terang, benderang, menyenangkan, 
     cahaya berkilau
Indah memukau

Meski jalan ini tak sebaik yang kau inginkan
Gelap, tak menyenangkan
Tapi, dibalik jalan ini
kau akan menemukan
sesuatu yang bermakna

Kami mulai berjalan
melangkah dengan penuh semangat
menuju impian
Terang
Menyenangkan
Ya. Sangat indah
Namun
Sekian lama kami ayun langkah
Kenapa jalan ini kian menyempit
Sepi.. Sunyi..
Walau ditengah riuh
Kemana lagi kan ku ayun
Tak ada ujung jalan ini
Semuanya meenipuku

Apa kami harus kembali?
Mengulang langkah dari awal
tapi
Perjalananku begitu jauh
Aku takut waktu tak beriku kesempatan
Aku terlalu jauh mengayun langkah
Badanku tlah berbau
Kakiku tlah injak lumpur
Rambutku dinaungi kutu-kutu
Tulang-tulangku ngilu
Sekujur tubuhku tak lagi bersih
Aku takut orang-orang disana mengejekku
Mungkinkah ada dijalan itu
Orang kumal sepertiku

Demi tekadku
Tak apa kucoba mengulang
Ya. Aku harus mengulang
Biarpun semua indah ini harus kutepis
Selamat tinggal jalanku
Indahmu tlah menipuku

[Teatrikal puisi bahasa 17 April 2010 dalam praktek ujian nasional]
Read more