Go-blog Story

January 20, 2018

Aroma Sebuah Kesederhanaan
12:59 AM 16 Comments


Lama juga tak bersua dengan dunia blog. Sudah terhitung 4 tahun sejak aku meninggalkan tulisan-tulisan disini. Dan sekarang aku mulai belajar lagi untuk mengoordinasikan otak, jari dan mata untuk memulai gagasan baru disini.

What should I talk about now? Tentu saja mengenai kesederhanaan dalam kehidupan. Hidup sederhana yaitu bagaimana cara kita mensyukuri hidup ini dalam kondisi tak menentu baik diatas ataupun dibawah. 

Ada yang pernah tahu sosok Jose 'Pepe' Mujica? Beliau merupakan mantan presiden Uruguay dengan julukan Presiden Termiskin Di Dunia. Sebagai salah satu kepala pemerintahan mungkin namanya memang tidak setenar Barack Obama. Namun berkat kesederhaannya itulah yang membuat beberapa orang tertarik untuk menelisiknya. Beliau setia dengan mobil Volkswagen Beetle 1987 yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil buatan eropa lainnya. Mengapa beliau mau menggunakan mobil yang sudah tua padahal di kebanyakan negara lain para presiden berlomba-lomba untuk menggunakan mobil canggih yang dilengkapi dengan anti peluru dan anti bom?

Kesederhanaanya berbanding terbalik dengan tingkah laku pejabat DPRD DKI Jakarta yang menarik perhatian media dengan membawa mobil mewah Lamborghini pada waktu pelantikan beberapa bulan yang lalu. Beberapa mobil mewah yang terparkir itu seakan-akan menunjukkan bahwa 'Inilah Enaknya Jadi Pejabat'. Disparitas antara si kaya dan si miskin akan semakin terlihat jelas. Mobil Lamborghini yang berharga lebih dari 4 M tentu hanya menjadi khayalan tingkat tinggi bagi warga biasa dengan penghasilan kurang ataupun setara UMR.


***

Suka miris lihat gemerlap kehidupan zaman sekarang. Banyak dari mereka yang merasa bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa uang. That's bullshit memang kalau misalnya kita bilang nggak butuh uang. Tapi masalahnya adalah mereka menganggap bahwa uang adalah segalanya. Bapak aku cuma kerja jadi guru. Ibu juga cuma ibu rumah tangga. Sedangkan mereka masih bertanggungjawab atas dua anaknya yang belum rampung sekolah. Bisa kan membayangkan betapa sedikitnya penghasilan keluargaku? Oh no. Aku tidak pernah menganggap itu sedikit. Aku menganggap bahwa itu cukup. Aku merasa beruntung hidup di keluarga kecilku ini karena mereka selalu bersyukur atas apa yang sudah digariskan Allah. Inilah yang mau tak mau membuat keluargaku hidup dalam kesederhanaan.


Kalian bisa lihat lah dari baju, tas, dan sepatu aku yang nggak ganti-ganti. Laptop dan handphone juga aku rawat dengan penuh perasaan. Kenapa? Supaya itu barang awet bisa sampai kira-kira 5-10 tahun.  

Alhamdulillah dibesarkan di keluarga yang sangat menghargai uang. Kalau bisa hidup dengan yang murah kenapa harus cari yang mahal?


Sedikit cerita tentang kehidupanku nih. Aku kuliah di Surabaya. Tiap harinya tinggal di kos yang bisa dibilang sangat apa adanya. I've lived there since 2013. Sudah gitu pernah dilanda banjir yang masuk ke dalam kos pula. Kalau udah banjir gitu suka sedih gimana cara bersihinnya. Bahkan temen kos aku ada yang buku kuliahnya kecelup air dan tulisannya pun jadi luntur. Padahal minggu depan ada ujian semester. Kalian tahu kenapa aku membetahkan diri disana? Alasan utamanya adalah karena harganya sudah cukup murah dibandingkan yang lainnya. Hidup ini harus irit dan serba dicukup-cukupkan. Kalau kita mengikuti apa yang diri kita mau ya tentu saja tidak akan ada habisnya. Toh kalau banjir juga datangnya ya sekali dalam setahun. Hehe.

Tapi


Pernah ada yang nyeletuk nanya kenapa sering makan enak dan terkesan menghambur-hamburkan uang. Orang taunya aku sering nongkrong makan di Holycow Steakhouse, Hanamasa, Restoran Sederhana, Sushi Tei, Sky Dining dan masih banyak lagi. Mereka taunya aku makan dengan makanan semahal itu tanpa tahu sebenarnya sekeras apa aku bekerja untuk lantas menyisihkan sebagian uangnya. Mereka mana mau tahu kalau itu semua bisa aku nikmati karena hasil kerja keras jadi pengajar di sana sini yang mengharuskan untuk dilakukan part time antara kerja sama kuliah. Bahkan beberapa tempat hanya aku coba sekali karena menurut aku tingkat mahalnya sudah luar biasa. Mahalnya sudah diatas harga untuk mahasiswa. Jangan berpikir bahwa aku ingin menyombongkan diri bisa makan disana. Aku pun pernah makan di pinggir jalan tanpa memikirkan seberapa prestige-nya tempat itu. 


Kemudian


Ada juga yang pernah komentar bilang kenapa harus lanjut sekolah. Mbok ya hidup sesederhana mungkin. Cukup lulus sarjana terus langsung cari kerja.  


Honey, I am 23 still young and free. There are so many things I would do and achieve.

Salah satu alasan lanjut kuliah adalah aku ingin jadi dosen. Entah esoknya beneran jadi atau nggak. Dosen merupakan pekerjaan paling mulia yang pernah aku cita-citakan. Bukan berarti pekerjaan lainnya nggak mulia ya. I don't mean like that. Suka aja berbagi ilmu untuk orang lain. Kadang suka heran sama diri sendiri kenapa masih sanggup untuk kuliah lagi. Padahal struggle buat dapetin bachelor degree yang kemarin aja udah luar biasa diuji mentalnya.

Kenapa nggak kerja aja?

Ini lagi kerja kok. Untuk memperingan beban keuangan makanya aku kuliah sambil kerja. Aku masuk dari satu rumah ke rumah lain buat belajarin anak orang. Yah hasilnya lumayan bisa buat bayar kos, makan, dan belanja kebutuhan bulanan. 

Setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan yang tidak terbatas. Naluri ini dimiliki oleh siapapun itu. Namun keinginan tersebut haruslah sesuai dengan keadaan finansial yang dimiliki. Kita harus pandai memilah-milah antara kebutuhan dan keinginan. Tak perlu hidup mewah hanya karena ingin dipuji orang. Sederhanakan cara berpikir kita bahwa kebahagian tidak hanya didapatkan dari kemewahan. 

Salah satu nilai yang diajarkan dalam keluargaku adalah meskipun kamu hidup dalam penuh kesederhanaan, janganlah pelit untuk diri sendiri maupun orang lain. Kamu harus mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memang benar-benar kamu butuhkan. Sedangkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sebaiknya dihindari. Makin tua harus bisa lebih mawas diri antara keinginan dan kebutuhan. Ada banyak orang yang jauh lebih berada tapi sederhananya luar biasa.
Read more

December 12, 2017

Dilema Foto Dulu Sebelum Makan
5:55 PM 2 Comments

Jaman now kegiatan makan sudah ngga sesimpel dulu lagi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, terdapat kebiasaan baru yang merambah di kalangan masyarakat dunia. Apa sih yang sering dilakukan kita sebelum makan? Ya. Memotretnya sebelum menyantap makanan yang disajikan di depan kita. Selanjutnya kita akan mengunggahnya ke media sosial. It's a trending habit. Tak terkecuali diriku. Alasan sebagian orang melakukan itu mungkin karena mereka menganggap bahwa makanan memiliki nilai keindahan tersendiri. Ada pula yang beranggapan bahwa mereka ingin merekomendasikan kuliner tersebut bagi yang melihat fotonya. 

Kalau jaman dulu, hal yang dilakukan ketika kita datang ke tempat makan yaitu duduk, pesan makanan, makanan datang, makan, bayar, kemudian pulang. Hanya sesimpel itu.

Let's check deh mungkin sebagian dari kamu yang sering melakukan hal diatas pernah merasakan kejadian berikut ini. 

1. Sekali foto itu masih kurang. Jadi harus banyak kali memotret tapi ujung-ujungnya yang diupload hanya satu. 

Buat orang yang perfeksionis maka mereka beranggapan bahwa satu jepretan aja tidak cukup. Pasti ada yang kurang dari segi angle, komposisi, pencahayaan, dan sebagainya. Akhirnya kamu butuh waktu yang ngga singkat sebelum bisa mulai menyantap makanan kamu. Bagimu yang terpenting adalah hasil jepretan yang bagus kan?


2. Ngga konsen saat makan karena diselingi dengan mengedit dan mengunggahnya ke media sosial. 

Jika pacar kita merupakan tipe orang yang tidak peduli dengan kebiasaan diatas, maka mereka sudah pasti setengah jalan menikmati makanan dengan khidmat. Jelas kita akan tertinggal. Kita akan disibukkan dengan satu tangan pada sendok dan satu tangan lagi pada gadget.

"Kalau telat upload ntar jadinya lupa yang"


3. Kamu sering diomelin pacar yang udah kelaperan banget. 

Biasanya ada tipe orang yang mengunggah fotonya sambil sekalian memamerkan jika dirinya makan berdua dengan pacarnya. Tapi dibalik itu semua kita kadang ngga sadar kalau mereka udah hampir naik pitam gara-gara menunggu kita. 

"Jadi makan ngga nih?" 


4. Tak jarang makanan yang kamu makan sudah dingin atau tidak segar lagi ketika masuk ke dalam mulut kamu. 

Karena start-nya belakangan maka finish-nya belakangan juga deh. Akan tetapi biasanya makanan sudah terlanjur dingin dan kita pun ogah untuk menyentuhnya. Supaya pacar tidak marah maka kita harus berputar mencari alasan untuk tidak menghabiskannya. 

"Ngga habis yang makanannya, udah kenyang"



Pic source : Pexels

Read more

August 01, 2013

Pacaran Pas Puasa
10:44 PM1 Comments



Saat ini pacaran udah jadi hal yang lumrah bagi setiap orang. Mulai dari anak SD yang bilang 'cinta monyet' bahkan sampai orang dewasa yang ngomong kalau ini 'cinta sejati' haha. Bahkan kini gaya pacaran pun sudah mulai bermacam-macam, mulai dari yang biasa gak pake telor sampai yang menyimpang dari seharusnya. Nah, sekarang ada nih cerita orang pacaran pas bulan ramadhan. Check this out!

Pacaran waktu sahur

Pacaran sehat nih, tipe kayak gini pacarannya selesei waktu detik-detik imsak menghampiri. Tapi sayang pacaran gini ada negatifnya looh. Kadang karena keasyikan pacaran, eh tiba-tiba nggak kerasa udah imsak. Dan sialnya terkadang membuat mereka belum makan sahur. Hahaha. Bener juga sih, kadang kita pasti lupa makan kalo pas lagi pacaran. Bilangnya sih udah kenyang, eh taunya masih laper...

Pacaran waktu ngabuburit

Pacaran kayak gini biasanya dimulai jam 4an. Nah tempatnya pun bisa beragam, ada yang di taman wisata, cafe, ataupun kandang ayam. Pacaran paling kreatif nih. Sambil nunggu buka puasa mereka bikin kesibukan gitu. Misalnya mereka bikin kesibukan ngejailin nelponin sama smsin mantan pacar, bisa juga ngejailin orang dengan ngelempar petasan.

Pacaran waktu buka puasa

Ketika adzan magrib berkumandang, mereka yang pacaran otomatis langsung meluncur ke tempat gebetan. Bawa sebakul nasi dan lauknya, semangkuk kolak dan secangkir es blewah. Pas nyampe rumah gebetan langsung deh abis tuh makanan. Sesendok-sendok sama semangkok-mangkoknya juga. Yakin deh.

Pacaran waktu tarawih

Saatnya jadi pasangan yang sholeh dan sholehah nih. Jadi mereka tarawih bareng-bareng satu masjid lho, bukan satu shaf. Nah abis gitu baru deh mulai pacarannya dengan ngaji bareng surah yasiin.

Pacaran menjelang lebaran

Tipe pacaran kayak gini biasanya punya hati yang kuat. Mereka rela nggak pacaran selama ramadhan dan bakal pacaran cuman pas menjelang lebaran. Walaupun selama ramadhan mereka pasti smsan terus telfon-telfonan sama selingkuhan. Keren lagi pacaran kayak gini. Abis buat kesalahan eh besoknya udah lebaran, pasti deh dimaafin wkwk. Walaupun kadang maafannya kayak gini, "Sayang maafin aku yaa, kemaren aku balikan sama mantan aku" Hahaha dengernya aja udah kayak digampar ketupat sama lontong.

Okay enough, bisa kok dipraktekin buat kalian-kalian yang pengin pacaran sehat pas ramadhan. Lumayan pacaran model gini ngga nambah dosa kan?

Pic source : Pexels

Read more

July 10, 2013

Gandrung Dance
10:05 AM0 Comments


The government of Banyuwangi gives special attention to the art of Gandrung. The purpose of this is to encourage the spirit of local ethnicity that will in turn increase the development of tourism. For this reason, Gandrung was determined to be the mascot of tourism in Banyuwangi according to the Banyuwangi Regency Decision, Number 173 in 2002.

The word “Gandrung” comes from the Javanese word that means “desperately in love”. It means that they are in love with the goddess of the rice paddy, Dewi Sri, that brings prosperity to the people of Banyuwangi who are mostly employed as farmers. In gratitude for the good harvest, the people organize a performance which is called “Gandrung” because the farmers were in love with the goddess of the rice paddy.

The Gandrung performance used to be performed at night, running from 9 PM until 4 AM. This traditional art is performed during the day as well to especially welcome distinguished guests. Gandrung is often perform in many event, such as : marriage, Pethik Laut (marine ceremony), circumcision event, anniversary, and the others events.

Gandrung dance that dominated with special orchestration is one of traditional art in Banyuwangi and become the characteristic symbol of Banyuwangi. So, in every event Banyuwangi always has similarity name with Gandrung. In fact, Banyuwangi is often called Gandrung City. We can found Gandrung dance statue in every corner of this city. 
Read more

December 12, 2012

Cara Cepat Menghilangkan Galau
7:06 AM0 Comments



Cara ini khusus buat para cewek ya. Cewek emang selalu cemburu saat liat cowoknya jalan sama cewek lain. Cara yang paling tepat biar nggak cepet cemburu adalah anggap aja itu cewek kayak boneka kesukaanmu. Jadi setiap ngeliat cowok kalian jalan sama cewek lain, kamu tinggal bilang aja "Wow imutnya lucu banget, jadi pengen meluk" 
Dan cowokmu bakal bilang "Ya ampuuuunnn cewekku LESBI!" *jleb* 

Terkadang cowok juga sering cemburu kok saat liat orang pacaran yang lengket banget. Keep calm. Itu semua ada solusinya.

Solusi I :

Mungkin mereka yang pacarannya lengket banget itu kembar siam. Jadi positive thinking aja. INGAT! Anggap aja mereka kembar dempet, kembar siam, atau kembar apaan lah terserah kamu.

Solusi II :

Mungkin orang yang nempel terus pacarannya itu adalah orang yang abis kecemplung di stempet. Jadi udah pasti lengket banget.

This story created by Mochammad Zulkarnain
Edited by Monika R & Me
Read more
Jalan Sesama
6:49 AM0 Comments

Kalau misal lagi jam kosong di sekolah kalian sukanya ngapain sih? Pasti ada aja kan hal seru yang dilakukan. Temen aku nih misalnya. Dia anaknya super kocak. Tiap ngga ada guru anaknya selalu aja bikin cerita-cerita konyol yang super ngehibur. Ceritanya udah pasti bikin kita cekikikan sendiri. Nanti aku kasih liat salah satu ceritanya ya. 


Sebut saja dia bernama Ain. Dan cerita yang dia bikin itu berbentuk seperti ini :


Biar lebih jelas, jadi gini ceritanya .....

Tadi malem abis kumpul bareng temen-temen autis langsung diajak ke kuburan. Ngga tahu kenapa aku bisa temenan sama mereka. Sebenernya ngga ke kuburan kok tapi ke mall. Meskipun anak autis tapi kita tetep gaul. Padahal aku juga ngga ngerti apa bedanya mall sama kuburan. Waktu di mall "Wah.. mungkin aku mau dibelikan baju baru" *muka merah sambil nyamilin odol*

Eh ternyata disana malah disuruh dorong gerobak belanja (perasaan namanya keranjang belanja). Tapi ngga apa-apa semua itu ada hikmahnya.

Waktu itu rame banget di mall. Tahu kenapa? Karena di dalam ada demo mahasiswa loh. Aku juga bingung ini kenapa rame banget *mikir* "Ini rame orang belanja apa orang mau utang?"

Tapi ngga mungkin ada acara mau utang-utangan. Disana kan banyak para orang utan eh orang tua gandengin anaknya. Mungkin orang itu mau jual anaknya ke kasir demi satu botol superpel. Duh pikiran yang nyaris aja terjadi.

Karena butuh rinso buat makan akhirnya kita masuk ke daerah rinso-rinsoan. Ternyata disitu ada anak bayi ngeliatin rinso sambil ngiler-ngiler. Mungkin kalau dia bisa jalan dia akan ngambil itu rinso terus langsung dimakan sambil bilang "Waaah sensasinya topcer!" kemudian langsung muncul busa dari matanya. Hahaha. Kalau ibunya liahat anaknya, dia akan lari dan berkata "Kenapa harus anakku.... Kenapa nggak suamiku sajaaaa?" 

Kebetulan suaminya ada disampingnya dan pasti pulang-pulang langsung ngurus surat cerai. Isi suratnya untuk menceraikan anaknya bukan malah istrinya.


This story created by Mochammad Zulkarnain
Edited by Monika R & Me
Pic source by Pexels and self documentation
Read more

December 11, 2012

Dibalik Soal
2:51 PM0 Comments



Hai semuanya.

Sebenarnya ini cuma kegilaan temen sekelasku aja. Ceritanya dia lagi males habis lihat ulangan fisika yang Insya Allah diyakini kalau nilainya dibawah standar seperti 30, 40, 50, yah segitulah. Dan itu pasti. Lihat deh ceritanya. Dia itu temenku yang paling idiot. Tapi dia juga kok yang sering jadi laku-laki penghibur di kelas.

Hari ini tanggal 31 Februari 2012, suasana kelasku kayak biasanya. Bisa dibilang suasananya semacam rumah sakit jiwa. Jam 07.00 ibu guru fisika masuk kelas dengan gaya 70an. Jalannya pelan banget. Dan ibu itupun masuk sambil ngasih lembaran. Ekspresi awal dari temen-temen udah pasti bahagia kayak habis disunat. Ada juga yang mukanya kayak kerongkongan kering. Akhirnya si ibu bilang "Absen 1-15 masuk kelas, sisanya keluar kalau ngga pindah sekolah"

Loh?

Setelah itu teman-teman yang memiliki absen 1-15 tersenyum menanti soal yang dibagikan. Aku yang berada diluar iri sekali melihat mereka yang ada di dalam. Kelihatannya tidak ada raut muka susah dari taman-teman. Semuanya bahagia. Mungkin teman-teman udah insyaf dari bermaksiat. Pikirku.

Setelah itu mereka mulai baca soal. Seketika aku lihat kelas jadi mendung. Gelap gulita. Dan muka mereka pun berubah menjadi menderita. Ah mungkin di dalam kelas mau hujan. Aku siapin terpal ajalah buat teman-teman. Dasar pemikiran yang ngga pakai otak. Tapi itulah aku... Ain. Hanya sekolah tanpa membawa otak.

Aku yakin kalau teman-teman tetap semangat. Aku dan teman-teman lain yang memiliki absen 16-30 mulai istigosah mendoakan teman-teman kita di dalam. Kita juga rukyah bareng loh.

Setelah doa bersama, aku mengintip ke dalam kelas. Ternyata doaku dikabulkan. Teman-teman keliahatan banget kalau dimudahkan saat mengerjakan soal. Sampai-sampai ada yang mengerjakan sambil tidur. Nggak ngerti juga itu tidur apa sudah mati. Ada juga yang mengerjakan sambil geleng-geleng kepala. Mungkin anak itu mengerjakan soal sambil berdzikir. Ada juga loh yang mengerjakan sambil nyilet-nyilet tangannya sendiri. Kelihatan banget kan kalau anak itu psikopat. Di sisi lain ibu guru fisika jaganya santai banget sambil ngelihat bawah kursi. Memangnya muridnya ngerjain soal sambil ngesot-ngesot apa? Kalau ngga gitu pasti ya marah-marah sambil bilang "Kerjakan sendiri ya. Jangan nyontek." Padahal percuma kan ibu itu bilang gitu. Lha wong temenku itu tuli semua.

This story created by Mochammad Zulkarnain
Edited by Monika R & Me
Pic source by Pexels
Read more

January 04, 2012

Filosofi Bunga Matahari
1:32 AM 2 Comments


Tahukah engkau tentang filosofi bunga matahari?
Dia hanya menghadap ke arah matahari.
Dia selalu memandang satu bintang yaitu matahari.
Seperti mata yang terbenam pada hati ini.
Hanya menghadap ke arah satu bintang yaitu kamu.

Tahu ngga apa itu cemburu?

Saat matahari membagi sinarnya dan sang bunga hanya terlihat bagai titik kecil dari beribu-ribu bunga yang yang lain. Akankah matahari menyadari kehadiran satu bunga, yang tak pernah lelah dan setia mengikuti kemana matahari pergi? Ahh tidak, dia terlalu besar, terlalu bersinar, terlalu jauh.

Kamu tahu rasanya sakit?

Saat bunga matahari tersebut telah mekar indah nyaris sempurna, tapi sang matahari selalu memalingkan wajahnya. Sang bunga hanya bisa diam .. mengagumi, tanpa bisa bergerak menggapai matahari.

Pernah ngerasain yang namanya nyesek ngga sih?

Saat sang bunga bermimpi dapat memeluk matahari, kemudian dia terbangun dan menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Dan kamu mungkin tidak mengerti kesesatan iu apa. Bukan masuk ke dalam labirin raksasa, bukan terkunci di negeri ajaib, tapi terjebak dalam ruang hati yang mendadak hampa saat tak dapat melihatmu. Seperti bunga matahari yang menunduk pilu, saat pijaran bintang yang ia tunggu lebih memilih untuk memantulkan cahayanya pada bulan di malam hari.

Tahukah kamu arti dari setia?

Saat aku disini selalu menyelipkan namamu dalam doaku, tanpa perlu kamu tahu.
Saat aku memelukmu dalam mimpi dan menyebut namamu ketika aku membuka mata.
Saat lima warna pelangi melingkariku dan aku hanya bisa melihat satu warna dari pijaranmu.
Saat kamu membuat hatiku hancur beerkeping-keping tapi aku tak pernah bosan menyusunnya untukmu.
Saat aku dan kamu mempunyai dimensi berbeda, dan aku selalu menyisakan ruang untukmu .
Tapi,
Kamu nggak perlu tahu.. nggak perlu ngerti..
Aku mungkin nggak setegar bunga matahari.
Tapi kamu akan selalu menemukanku ketika kamu menoleh kebelakang..
Read more

December 17, 2011

Klarifikasi Lagu Ayu Ting Ting, 'Alamat Palsu'
5:07 AM1 Comments

Udah lama sih lagu ini meledak, tapi entah kenapa baru kepikiran sekarang buat ngepostnya.

Lagu ini sering banget didengerin di kelas. Yaa emang sih sengaja dimasukin playlist sama teman-teman. Katanya sih ini lagu "galau maximal". Tapi bener lho emang. Coba aja diem, dengerin, dan hayati liriknya dijamin kerasa banget kalau Ayu Ting Ting itu lagi galau. Ceritanya miris emang. Ayu Ting Ting ditinggalin sama cowoknya. Nah terus pas nyari cowoknya eh alamatnya palsu.

Bagi yang belum tau lagu ini, liat deh videonya di sini 


Setelah diam-diam dengerin nih lagu dengan seksama, akhirnya naluri seorang detektif muncul. Jangan-jangan yang salah itu Ayu Ting Ting, bukan cowoknya. Saking aja dia nyalahin sang cowok.

Pantengin lagunya terus baca lagi liriknya. Bener, ada yang janggal diantara semua ini. Coba deh liat kejanggalan di semua liriknya.

Kemana kemana kemana ku harus mencari kemana
Kekasih tercinta tak tahu rimbanya
Lama tak datang ke rumah
Dimana dimana dimana tinggalnya sekarang dimana 

Udah jelas disitu diceritakan bahwa cowok Ayu Ting Ting nggak tahu dimana. Dia nyari si kekasih ini rimbanya dimana (bisa diperkirakan mungkin cowoknya semacam tarzan). Si cowok nggak pernah kerumah Ayu Ting Ting. Dan ketika Ayu Ting Ting pengen kerumah sang cowok, eh dia nggak tau dimana tempat tinggal si cowok. Anak jaman sekarang gitu ya.

Itu artinya, si Ayu Ting Ting selama berpacaran dengan cowoknya dia nggak pernah main sama sekali kerumah cowoknya. Hello, masa sih orang pacaran tapi nggak saling tau rumah masing-masing? Kesimpulan pertama : Ayu Ting Ting masih baru pacarannya makanya belum sempet main ke rumah si cowok.

Lanjut menganalisa baik berikutnya :

Kesana kemari membawa alamat
Namun yang kutemui bukan dirinya
Sayang yang kuterima alamat palsu

Di sini Ayu Ting Ting cerita kalau dia jalan kemana aja sambil bawa alamat. Dia nyari alamat itu. Nyari alamat rada ribet emang, apalagi kalau cowoknya itu tinggal di Jakarta. Belum lagi ntar kalau Ayu Ting Ting diajakin nyasar dulu sama tukang ojeknya.

Dengan berasumsi bahwa Ayu Ting Ting betul-betul mendapatkan alamat tersebut dari cowoknya, kesimpulan kedua didapat : Si cowok sengaja ngasih alamat palsu ke Ayu Ting Ting.

Ku tanya sama teman - teman semua
Tetapi mereka bilang tidak tahu
Sayang mungkin diriku tlah tertipu
Membuat aku frustasi dibuatnya 

Dari lirik diatas dapat diketahui bahwa Ayu Ting Ting telah bertanya pada semua teman-temannya. Tapi hasilnya? Mereka semua nggak tau apapun tentang si cowoknya. Pertanyannya adalah Ayu Ting Ting kenal dimana sih sama ini cowok kok sampai nggak ada temen-temennya yang tau sama sekali. Kesimpulan ketiga : Ayu Ting Ting kenal cowoknya bukan dari temen-temennya, melainkan dia kenal di suatu tempat pada saat yang kebetulan.

Lirik berikutnya:

Dimana dimana tinggalnya sekarang dimana

Ayu Ting Ting sekali lagi bertanya kepada semua orang dimana cowoknya berada. Emang cowok Ayu Ting Ting nggak punya foursquare apa? Di twitter emangnya nggak bisa dicari apa? Jangan-jangan mereka pacarannya belum akrab sampai belum tuker-tukeran nomor handphone, foursquare, saling follow twitter. Lalu apa motivasi si cowok memberikan alamat palsu?

Maka, dapat ditarik kesimpulan dan inilah yang terjadi : Ayu Ting Ting kenalan sama cowok di halte bus lalu Ayu Ting Ting maksa buat ditembak saat itu juga, cowoknya nembak, mereka jadian. Lima menit kemudian bus si cowok dateng, Ayu Ting Ting nggak bolehin si cowok pergi. Ayu Ting Ting nanya nomor handphone si cowok dan si cowok bohong bilang 'gue nggak punya handphone!' lalu si cowok nulis alamat palsu di kertas amplop dan bilang 'ini rumah gue' si cowok itupun pergi. Ayu Ting Ting nyari itu alamat. Ayu Ting Ting galau. Bikin lagu deh dia.

Demikian hipotesa yang didapat.
Read more

November 05, 2011

Kanker Indung Telur
10:23 PM0 Comments

Karya pelukis besar Leonardo da Vinci itu demikian terkenal. Sebuah lagu juga memuja-muja kecantikannya yang abadi ..
Tapi Monalisa pun punya tempat yang paling istimewa di sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan putri tunggal mereka yang juga bernama Monalisa ...

***

Resah sekali seorang ibu menanti kelahiran anak pertama. Seluruh badan terasa pegal, capai, tidurpun terasa gelisah. Dan ketika tiba saatnya, Ya Tuhan betapa sakitnya. Ibu itu merasa benar-benar kapok dan tak ingin melahirkan lagi. Cukup sekali ini saja.

Tepatnya terjadi pada 6 Desember 1991, bayi perempuan dengan berat 3,14 kg dan panjang 50 cm itu diberi nama - Monalisa. Bukan merupakan paduan dari nama Ibu Nina dan Bapak Haryono bukan karena mereka kurang mencintainya. Justru sebaliknya, seluruh kasih sayang mereka, mereka tumpahkan padanya seorang. Mona - sedemikian panggilannya. Mona tumbuh cepat menjadi anak yang cerdas, ramah, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Kemanjaan sebagai anak tentu saja ada, tetapi tetap dalam batas wajar. Bahkan dalam usia yang masih dini Mona sudah rajin shalat lima waktu dan lancar mengaji. Selain itu nilai di sekolahnya selalu mendapat pujian. 

Setelah jatuh dari ayunan

Tak terasa usia Mona telah mencapai 7 tahun. Konsentrasi kerja ibunya di sebuah hotel Internasional di Jakarta agak terganggu karena Mona sering mengalami batuk, pilek, disertai suhu badan meninggi. Sebentar saja, lalu kambuh lagi. Keadaan ini berlangsung berulang kali selama 5 bulan. Kadang ia mengeluh perutnya sakit. Kemudian ibunya menggosok dengan balsam, mungkin saja ia hanya masuk angin.         

Kemudian tibalah hari naas itu : Mona mengalami kecelakaan, terjatuh dari ayunan di halaman sekolah. Berdua bersama kawannya yang ikut bermain ayunan tersebut Mona tertelungkup, kawannya terlentang. Karena kesakitan pada bagian kepala, anak itu menangis tapi Mona tidak, hanya sikunya saja yang cedera. Tak ada keluhan lagi.

Dua hari kemudian, selesei mengerjakan PR, Mona mengeluh perutnya kurang enak. Ketika ibunya menyuruh Mona untuk tidur, dan mengenakan pakaian tidurnya, ibunya melihat sesuatu yang aneh - ia merasakan adanya benjolan keras diperut Mona. Kemudian ibunya menceritakan hal ini ke ayahnya. Keesokan harinya Mona dibawa ke RSCM Bagian Anak. Awalnya mereka berpikir bahwa Mona hanya akan mendapat resep dokter. Tahunya Mona harus dirawat di RSCM itu hari itu juga. Diduga ada tumor diperut Mona dan harus dibedah untuk mengetahui ganas tidaknya tumor tersebut.


Mereka berdua selaku orang tuanya tentu saja terkejut sekali. Mimpi pun tidak bahwa anak mereka yang masih semuda itu disinggahi oleh penyakit yang menakutkan. Dua hari kemudian, Mona mengalami pembedahan yang pertama. Hasilnya membuat sendi tulang kedua orang tuanya lemas seketika. Monalisa menderita tumor ganas pada indung telur sebelah kiri. Gumpalan tumor yang dikeluarkan saat itu sebesar jeruk sunkist. 

Mama ada yang menjemputku

Bulan berganti bulan, menjadi tahun. Hampir 3 tahun sudah sejak mereka mulai mengetahui penyakit Mona. Tenaga, pikiran, dan biaya banyak sudah dihabiskan. Tapi mereka tidak pernah mengeluh. Untuk mempertahankan nyawa putri mereka satu-satunya, apapun akan mereka lakukan.

Mei 2011... Keadaan Mona sudah sedemikian gawatnya. Dia hanya mampu duduk atau beralan sebentar. Lebih banyak terbaring di tempat tidur. Wajahnya mengalami perubahan - tampak peyot seperti wajah orang lansia. Sinar matanya juga lain - tajam, tidak lagi lembut dan ramah seperti biasa.

Setelah menjelaskan panjang lebar pada kedua orang tua Mona, dokter tidak memberikan obat lagi. Merasa tidak pernah diajak berobat lagi, Mona bertanya, "Ma, kenapa Mona sudah tak diobati lagi?"

Pada suatu malam Ibu Nani jatuh tertidur karena kelelahan, tiba-tiba Mona berteriak "Mama.. mama.. mengapa begitu banyak orang di kamar sebelah itu? Kurang ajar sekali mereka semua. Malam-malam begini bikin ribut. Mona tidak bisa tidur. Usir mereka semua Ma." Maka begitu Mona tertidur Ibu Nani mengambil air wudhu untuk sholat tahajud, "Ya Tuhan seandainya kau inginkan anakku sembuh, maka sembuhkanlah segera. Tapi apabila Kau menginginkan sebaliknya, jangan biarkan anakku menderita terlalu lama."

Permintaan terakhir

Hari itu Mona meminta untuk menonton film kegemarannya. Tapi ibunya melarang Mona agar Mona cukup istirahat untuk penyedotan penyakitnya keesokan hari. Ibu Nani pun tertidur pulas setelah shalat tahajud. Tiba-tiba entah doriongan apa yang membuat Ibu Mona menjadi siaga. Ia mempertajam pendengarannya - napas Mona tersengal-sengal. Terdengar begitu berat. Ia segera duduk memandangi anaknya. Cepat ia memanggil ayah Mona yang saat itu baru saja pulang kerja dan tengah membuat kopi di dapur.

Segera ayah Mona masuk kamar. Duduklah ia di mulut kasur tepat disamping Mona berbaring. Dengan tenang ia membisikkan Surat Yasiin ke telingan Mona. Detik demi detik berlalu dengan penuh ketegangan.. antara percaya dan tidak percaya..

Mereka berdua bersama-sama menyaksikan kepergian anak tunggal mereka. Hampir bersamaan dengan hembusan napasnya yang terakhir, di kedua sudut matanya bergulir butir-butir air mata "Anak kita telah tiada Ma.." bisik ayah Mona.

Bersama-sama mereka melafadzkan "Innalillahi wa innailaihi rajiun," setelah terpaku beberapa saat. Begitu muda Monalisa, belum lagi genap 10 tahun, namun begitu banyak sudah penderitaan yang harus ditanggungnya.

Tinggallah mereka berdua saja. Monalisa yang layu sebelum berkembang telah tiada, meninggalkan gurat kepedihan yang tak terhingga. Tetapi apabila mereka terlalu larut dalam duka, mereka teringat sebuah sajak yang dibuat Mona 11 hari menjelang kepergiannya.


bingkai indah di kamar Mona

Pesan Buat Papa  dan Mama

Papa.. Mama..
Tidak usah berdoa terlalu banyak..

Mona merasa..
Umur Mona tidak  akan  lama lagi
Maut sudah menjemput Mona..

Kalau napas Mona
Tinggal satu-satu
Relakan Mona
Pergi dengan tenang..

Ku selalu sayang Mama dan Papa..

Makassar, 16 Juli 2001



Read more

October 22, 2011

Hari Yang Cerah untuk Jiwa Yang Sumuk
9:06 PM1 Comments

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 22 Oktober 2011 disambut ribuan warga Banyuwangi dengan antusias. Warga memadati jalan sepanjang 3 kilometer, mulai Jalan Veteran hingga Jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan 420 peserta BEC yang tampil dalam berbagai kostum.

Dan tepat pada hari ini juga Pak Ben - sang Guru Seni Budaya sekolahku memberi tugas dadakan untuk memotret dan membukukan ajang carnival yang pertama ini. Walaupun sedikit kesel buat nerima tugas ini, udah lah lakuin aja dengan senang hati, toh Pak Ben orangnya juga baik. Yakan?

Nah, disini aku pengen cerita, dan kali ini ingin kukatakan dengan indah. Entah ini hanya perasaanku ataukah perasaan semua orang, akhir-akhir ini kok aku ngerasain panasnya dunia ini diatas normal. Terutama pagi hari sampai siang hari sekitar pukul dua. Pastinya panas ini asalnya adalah reaksi di inti matahari yang terdalam. Saking panasnya, orang-orang lebih memilih untuk berteduh di dalam ruangan ber-AC atau yang lainnya. Sehingga membuat kota ini terkesan seperti kota mati. Tapi tidak untuk hari ini, sedari pukul sebelas siang Banyuwangi bak lautan yang berisi ikan kecil ataupun besar yang berebut makanan dari sang induk. Para manusia-manusia tampak keleleran di tengah dan di pinggir jalan. Begitupun penjual es : es dawet, es degan, es buah, es keledai *eh? kedelai deng, bakso, pentil (sebutan pentol kecil), pangsit, mie ayam, batagor, cilot, man balon, terompet, kicir-kicir, dekaka. Siang itu aku dan teman-teman berada di depan Roxy Banyuwangi berpartisipasi untuk memadati kota kecilku ini. Panas. Ingin rasanya aku lari ke KFC beli Pepsi Cola. Pasti seger rasanya. Namun hal itu tak mungkin terwujud. Mustahil menembus ribuan orang yang berdesakan hanya untuk membeli Pepsi Cola. Dikiranya copet malah ntar. Tapi semuanya sedikit terobati dengan dia yang mau berdiri di belakangku setidaknya untuk menutupiku dari matahari. Timikiciuww (ost : Westlife - My Love). Kalau gini terus gapapa deh aku rela asal ada kamu.


Di jam satu siang carnival ini masih belum lewat sama sekali, hanya ada polisi yang sedari tadi memarahi tiap orang untuk mundur dan tidak menutupi jalan. Mungkin para peserta BEC masih beraksi di Blambangan. Tak lama kemudian, barisan JFC jalan melenggang bak raja dan ratu di depanku. Setelah pukul dua siang, hawa panas masih terasa. Walaupun matahari sudah di balik awan. Mungkin nanti bisa lebih sejuk. Hawa panas seperti ini tidak akan berlangsung terus menerus, karena saya percaya tak ada yang abadi.


Benar. Tak lama kemudian langit menurunkan hujan, hujannya lebat. Ada apa denganmu? Habis panas kaya gini langsung turun hujan lebat, apakah mungkin dunia sedang dilanda dilema besar? Tak kusangka hujan akan turun saat peserta BEC yang melenggang berjalan bak model itu. Raup sudah yang namanya uang berjuta-juta itu untuk carnival go internasional ini. Ada apa ini? Apa tukang sarang ujannya kurang pas baca mantranya? Mungkin si penyarang ujannya belum puasa 40 hari 40 malam kali ya. Teman-teman pun bingung dengan adanya hujan, aku sih yaa seneng aja, dikasih ujan kok nggak bersyukur. Aku selalu bahagia saat hujan turun ....... (ost : Utopia - Hujan ). Hujan kaya gini bisa saja menghapus jejakmu. Dan lihat langkahku yang baru saja terbentuk di tanah yang basah ini. Ayo kesana! | Nggak mau aku masih pengen liat | Ayo buruan ntar sakit! | Nggak mau sana aja kamu yang kesana. Aku sadar sebenarnya dia perhatian sama aku biar aku nggak sakit ntar. Tapi aku tau kok kalo kamu takut kameramu kena air yakan?

Ternyata si hujan turun makin deres aja. Terpaksa aku menyusulnya untuk berteduh. Kaos dan celanaku basah. Hufft, dingin yaa ternyata. Pikiran yang tadi pengen beli Pepsi Cola ganti dehh jadi pengen beli Hot Milo. Timbul sebersit pikiran untuk pulang walaupun belum semua barisan BEC yang lewat. Kira-kira tadi aku itu cuman liat seperempatnya aja dari semuanya. Ayo pulang yuk | Nggak mau aku belum liat semua | Ayo aku kedinginan. Sekarang giliran aku yang kena karma dari dia.

Siang beranjak sore. Dan sore pun beranjak petang, yang kemudian dilanjutkan oleh malam. Di malam hari pun aku tetep nggak pulang dan nunggu yang lain datang, termasuk dia. Parahnya ini kaos nggak ganti, otomatis deh kedinginannya nambah. Tapi untungnya hujan udah reda. Mungkin si tukang sarangnya udah baca mantra terobosannya. Mau ninggal dia pulang gara-gara kesel dikarmain tapi apa daya? JALANAN MACET. Sudahlah aku sadar aku yang salah kok, maafin aku yaa.

Malam hari ini tak lepas dari hawa panas. Menurut pak guru geografi, daratan itu lama untuk menerima panas tapi lama juga waktu yang dia butuhkan untuk melepaskan panas yang telah dia terima seharian.

Pak Ben sebentar lagi tugasmu selesei. Makasih udah dikasih tugas ini. Tanpa tugasmu pak, aku nggak dapet momen seindah hari ini. Aku nggak tau apa artinya perhatian, aku nggak tau artinya karma. Semoga dihari esok aku bisa belajar dari hari ini.

Walau habis terang, panas dan sumuk masih saja terasa. Tak bisakah sedikit saja lebih sejuk? Sepertinya hari ini akan saya tutup dengan hawa panas yang masih berkeliaran disekitar saya. Akan saya tutup ketika malam telah sedikit larut. Saatnya menutup semua tentang kita di hari ini. Dan tentang orang-orang yang melawan dunia, di hari ini juga.
Sungguh hari yang cerah untuk jiwa yang sumuk ...
Read more